Mengembangkan Produk Lokal Dengan Konsep Ala Jepang   Leave a comment

Seperti kita ketahui bersama, Jepang adalah jagonya dalam hal pengembangan produk. Begitu juga dalam pengembangan produk lokal, Jepang juga memiliki konsep jitu. Konsep tersebut adalah One Village One Product (OVOP). Desain konsep ini mensyaratkan satu desa harus memiliki satu produk unggulan yang memiliki keunikan / ciri khas, memiliki nilai tambah serta potensial untuk dapat dikembangkan.

OVOP merupakan implementasi dari konsep ekonomi kerakyatan. Prinsip OVOP menekankan pada dimensi keadilan dalam penguasaan sumber daya ekonomi, proses produksi dan konsumsi. Konsep ini berusaha menghadirkan komunitas mandiri yang mampu menciptakan produk unggulan tanpa bantuan pembiayaan dari pemerintah.

Sebetulnya Indonesia juga telah mulai “meniru” konsep OVOP sejak 3 tahun lalu melalui Peraturan Menperin Nomor 78 Tahun 2007, tentang peningkatan efektifitas pengembangan UKM dengan pendekatan OVOP.  Namun hingga kini hasilnya belum optimal. Hal ini terlihat dari belum adanya peningkatan yang signifikan terhadap daya saing produk-produk UKM di Indonesia secara umum.

Dengan dibukanya pasar bebas ASEAN-CHINA, persaingan produk makin ketat. Bila produk kita tidak berkualitas, maka dengan sendirinya tidak akan mampu bertahan. Pada akhirnya, UKM dan industri kecil yang selama ini telah menjadi pilar ekonomi kita terancam gulung tikar. Maka, kini saatnya kita berbenah diri. Kita harus belajar dengan “meniru” konsep OVOP dengan benar.

Prinsip dasar konsep OVOP sesunguhnya relatif sederhana. Upaya pengembangan produku lokal dilakukan dengan cara : (1). Menemukan atau menciptakan kekhasan / keunikan produk suatu wilayah, sehingga dapat dijadikan sebagai merk sekaligus kebanggaan wilayah tersebut; (2). Menciptakan produk yang bernilai tambah tinggi, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan, sehingga dapat diterima dan diakui secara nasional maupun internasional; (3). Satu desa mengembangkan satu produk unggulan, sehingga lebih fokus dan akan tercipta banyak produk unggulan yang bardaya saing tinggi di suatu wilayah.

Bila dikembangkan di DKI Jakarta, maka OVOP dapat dianalogikan satu kelurahan memiliki satu produk unggulan. Dengan demikian, Kota Adm. Jakarta Pusat yang terdiri dari 44 kelurahan akan memiliki 44 produk ungulan. Demikian juga DKI Jakarta, dengan 267 kelurahan maka akan tercipta 267 produk unggulan.

Bila ditelusuri lebih jauh, sesungguhnya tiap-tiap kelurahan telah memiliki produk yang diunggulkan. Saatnya pemerintah kota melakukan pemetaan terhadap produk-produk tersebut. Apakah produk tersebut memiliki nilai jual / nilai tambah, mewakili karakter kelurahan yang bersangkutan, memiliki ciri khas / keunikan, memiliki daya saing yang tinggi, serta memiliki potensi untuk dikembangkan. Bila prasyarat tersebut terpenuhi, maka pemerintah kota hanya tinggal melakukan pendampingan / asistensi dalam pengembangan produk tersebut, kemudian memberi bimbingan dalam proses pemasaran yang biasanya menjadi kendala UKM dan industri kecil.

Dengan kemandirian yang menjadi landasan pengembangan OVOP, maka konsep ini sesungguhnya tidak akan membebani pemerintah daerah. Justru akan mengurangi beban pemerintah daerah dalam penyelesaian masalah pengangguran serta kesejahteraan masyarakat. Keberadaan produk unggulan juga dapat dijadikan sebagai salah satu kebanggaan pemerintah kota (Kang Agus, 2011).

Produk Unggulan DKI Jakarta

Produk Unggulan JP (Foto : Kang Agus, 2011)

Produk Unggulan DKI Jakara

Produk Unggulan JP (Foto : Kang Agus, 2011)

Produk Unggulan DKI Jakarta

Produk Unggulan JP (Kang Agus, 2011)

Produk Unggulan DKI Jakarta

Produk Unggulan JP (Foto : Kang Agus, 2011

Produk Unggulan DKI Jakarta

Produk Unggulan JP (Foto : Kang Agus, 2011)

Produk Unggulan DKI Jakarta

Produk Unggulan JP (Foto : Kang Agus, 2011)

Posted 08/06/2011 by Kang Agus in Event Kota

Tagged with , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: